Tentang status serangga herbivora: Menguntungkan atau merugikan?

Meneruskan beberapa posting terdahulu, saya ajak Anda untuk merenungkan kembali status serangga herbivora, bukan atas dasar kepentingan manusia saja, namun juga atas dasar kepentingan yang lebih luas, yaitu bumi dan seisinya…cieehhh..keren nih. Maksudnya begini nih: Selama ini, orang mengatakan kalau ada serangga yang makan pada “tanaman”, maka segera disebut hama. Tetapi, jika orang menemukan ada serangga yang makan pada “tumbuhan” (bukan tanaman lho), maka mereka menyebutnya sebagai musuh alami tumbuhan. Kata tumbuhan di sini diartikan sebagai “gulma” atau tumbuhan pengganggu. Artinya, serangga pemakan “gulma” tadi menguntungkan (manusia). Lalu, bagaimana status sebenarnya dari serangga “herbivora” yang memang makanannya adalah tumbuhan? Tulisan kali ini hanya sekedar mengingatkan kembali bahwa bagaimanapun juga, sesuai dengan penciptaan tumbuhan oleh Sang Maha Pencipta, maka tumbuhan pastilah diciptakan dengan membawa fungsi dan kegunaannya masing-masing, terutama bagi benda atau makhluk yang lain. Percaya kan? Silakan simak ayat berikut ini:

[QS. Ali-Imran:191] (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

[QS. Al-Ahqaaf:3] Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.

Yuk, kita bedah bersama-sama!

Pemakan tumbuhan dan bahan pakan bagi karnivora

Istilah pemakan (eater) merujuk pada aktivitas makan dari serangga pada bagian-bagian tanaman, misalnya pada daun, di dalam batang, di dalam polong, dan sebagainya. Menurut teori biologi, sama halnya dengan organisme yang lain, mereka makan karena membutuhkan bahan-bahan tertentu bagi upaya pelestarian keturunan (fungsi reproduksi), misalnya nitrogen. Pada tataran selanjutnya, serangga herbivora ini menjadi pakan bagi serangga atau organisme karnivora yang lain (insektivora). Nah, di sinilah serangga herbivora menjadi untaian rantai makanan yang penting, yaitu menghubungkan antara tumbuhan dan serangga karnivora. Jika sudah demikian, maka serangga pemakan tumbuhan menjadi komponen yang penting dan harus ada! Itulah sebabnya, banyak ahli konservasi yang menyatakan bahwa: herbivora harus tetap ada di alam, paling tidak, sekadar untuk memberi makan musuh alami (salah satu hakikat meng-konservasi musuh alami).

Penyerbuk

Penyerbukan yang dilakukan oleh serangga (entomophyli) dianggap sebagai dampak sampingan dari kegiatan pencarian pakan berupa nektar dan pollen oleh serangga, artinya kegiatan tanpa sengaja yang dilakukan oleh serangga. Lebah misalnya, ketika sedang hinggap pada bunga untuk mendapatkan nektar dan pollen, secara tidak sengaja memboyong serbuk-serbuk sari yang menempel pada korbikula-nya. Jika ia hinggap pada bunga yang lain, serbuk sari tadi secara tidak sengaja akan gugur dan jatuh ke dalam liang bunga betina, dan terjadilah penyerbukan! Proses penyerbukan dapat dilihat di sini (http://www.bcb.uwc.ac.za/ecotree/flowers/pollination.htm#bottom). Informasi tentang penyerbukan silakan dilihat di sini. (http://www.mbgnet.net/bioplants/pollination.html).

Perhatikan butir-butir serbuk sari yang menempel di sekujur tubuh lebah ini! (foto: Jon Sullivan, 2004)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengendali populasi tumbuhan

Pada peran inilah, serangga herbivora sering dianggap menguntungkan bagi manusia, terutama jika dihubungkan dengan pengendalian populasi gulma. Beberapa contoh serangga pemakan gulma misalnya lalat Argentina, Procechidochares connexa dan ngengat Pareuchaetes pseudoinsulata (pemakan Gulma Siam), ngengat Cactoblastis cactorum pemakan Gulma Opuntia dan sebagainya. Tetapi jangan lupa, istilah gulma sendiri sifatnya relatif, sehingga istilah “menguntungkan” atau “merugikan” juga bersifat relatif (silakan ditilik kembali pada bahasan tentang Cactoblastis cactorum).

Kesimpulan: Relativitas peran serangga herbivora

Dari beberapa hal yang sudah dibahas di atas, maka bisa disimpulkan bahwa manfaat serangga herbivora tetap lebih penting dibandingkan “dampak merugikan”  mereka sebagai hama, apalagi makna “hama” yang sangat relatif (antroposentrik). Di sini, serangga herbivora berfungsi sebagai penghubung antara tumbuhan dan organisme karnivora (disebut sebagai konsumen tingkat dua, tiga, dan seterusnya). So, mari kita memandang serangga herbivora sebagai organisme yang menguntungkan. Perkara mereka merusak tanaman kita, ya…pandai-pandailah kita mengelola populasi mereka. Artinya, bagaimana kita hidup berdampingan dengan serangga herbivora tanpa ada yang dirugikan. Siapkah kita???

Regard,

Nugroho S. Putra

8 thoughts on “Tentang status serangga herbivora: Menguntungkan atau merugikan?

  1. merugikan dan menguntungkan memang merupakan hal yang relatif ya, tapi jika mau memikirkan lebih jauh lagi, ternyata memang tidak ada yang merugikan ya, karena segala sesuatunya itu tidak ada yang sia-sia🙂

    • Yak, benar. Itulah hakikat penciptaan oleh Sang Pencipta: Tak ada yang sia-sia…^-^ Terima kasih kunjungannya. Saya sudah kunjungi blog Anda: Luar biasa foto-foto dari kameranya! Keep sharing ya….

    • Ha…ha….mas Donny tho..??? Pantes karyanya top banget nih…. Tengkyu lho kejutannya…. ha…ha…. ditunggu kejutan selanjutnya ^-^

    • Walah salah lagi….he…he… iya, mas Doddy.. Wah gitu tho….ha…ha…ada-ada saja mas Doddy nih. Tengkyu ya dah berbagi keceriaan…^-^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s