Serangga, Hama, dan Lingkungan

Beberapa hari yang lalu saya buka weblog ini, dan ….hmmm …. ada yang kurang pas dengan nama weblognya. Bengong sana bengong sini, dan akhirnya …. saya putuskan untuk memperbaharui judul site-nya menjadi Ilmu Serangga, Hama, dan Lingkungan! Mungkin ada yang penasaran ya, ngapain judulnya diganti? Oke, tak terangkan satu per satu alasan saya ya.

Alasan pertama: Saya ingin cakupan blog ini menjadi lebih luas, dan tidak hanya berkutat di bidang serangga, tetapi juga bidang per-hama-an, karena serangga toh juga menyumbang sekitar 70 persen dari total spesies yang menjadi hama tanaman. Jadi, membicarakan serangga tanpa menghubungkannya dengan hama (pest) adalah kurang pas.

Alasan kedua: Meskipun menyumbangkan sekian banyak spesies sebagai hama, namun penasbihan kelompok serangga sebagai hama membutuhkan pertimbangan yang amat dalam, terutama karena istilah hama sendiri bersifat sangat relatif.

Hama adalah semua jenis hewan yang berperan sebagai pengganggu tumbuhan yang diusahakan manusia (tanaman).

Nah, coba perhatikan adanya makna relatif pada frasa “hewan yang berperan sebagai pengganggu tumbuhan yang diusahakan manusia”. Artinya, jika tumbuhan  tersebut diusahakan manusia, maka setiap jenis pemakan tumbuhan (herbivora), termasuk serangga, berpeluang untuk dikategorikan sebagai hama. Jika tumbuhan tersebut tidak diusahakan manusia? Ya, herbivora-herbivora tersebut bukan hama. Sifat relatif tadi dapat berkembang lebih jauh: jika serangga herbivora tersebut makan bagian tanaman yang tidak penting bagi manusia (misalnya ulat yang makan daun rambutan), maka serangga itupun bukan tidak mungkin diabaikan sebagai hama.

Oleh karena itu, saya menganggap bahasan tentang serangga sebagai hama adalah sangat-amat penting!

Alasan ketiga: Membicarakan serangga dan hama tanpa mengikutsertakan lingkungan sama juga bohong! Percaya kan? Lha iya, wong serangga itu hidup di bumi yang berisi organisme lain, tanah, udara, air, yang notabene kesemuanya disebut “lingkungan”. Serangga berhubungan dengan tumbuhan (mungkin sebagai pakan), serangga lain, binatang lain, bahkan manusia, serta tergantung pada tanah, air, udara, dan faktor abiotik lain dalam ukuran yang paling pas.

Serangga mungkin dapat berkembang menjadi hama karena pengaruh lingkungannya.

Mengapa demikian?

Kembali ke alasan kedua, jika lingkungan (katakanlah ketersediaan pakan bagi serangga herbivora) tidak memadai, maka serangga tidak akan pernah dituduh sebagai hama. Tetapi sebaliknya, jika lingkungan memadai, misalnya dengan tersedianya pakan (tanaman) yang berlimpah (karena ditanam manusia), populasi sekelompok serangga herbivora dapat berkembang dengan amat cepat, dan dapat dianggap sebagai hama karena merugikan manusia.

Kesimpulan:

Nah, setelah memperhatikan dan menimbang segala gagasan, maka saya memutuskan untuk mengubah judul weblog ini seperti tertulis di atas, dengan harapan agar pembahasan hubungan antara serangga-hama-lingkungan menjadi nyambung.

Selamat menikmati ya.

Regard,

Nugroho Susetya Putra

E-mail: nugrohoputra27@gmail.com

 

6 thoughts on “Serangga, Hama, dan Lingkungan

  1. Agak sulit menjawabnya mas, karena tidak lantas dijawab 30%. Sekali lagi, pentasbihan satu spesies serangga menjadi hama sangat relatif, jadi rerata 70 persen tersebut sangat-sangat kasar, berdasarkan hitungan sekelompok orang, yang mungkin berbeda untuk orang atau kelompok orang yang lain. Ya ibaratnya, gajah di Gembira Loka bukan hama, tetapi kalo sudah nyasar ke lahan milik penduduk dan mengobrak-abrik tanaman, ya lantas dicap sebagai hama. Begitulah kira-kira.

    • Tidak demikian. Serangga hanya menjadi bagian dari binatang yang menjadi hama. Binatang lain misalnya tikus (rodensia), burung (aves), bekicot (gastropoda), dan sebagainya. Memang, kira-kira 70% hama berasal dari serangga. Terima kasih sudah berkunjung ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s