Hubungan segitiga semut pemakan tinja burung, nematoda parasit, dan burung pemakan biji

Pagi ini, iseng-iseng membuka file paper-paper elektronik yang berhasil terkumpul beberapa bulan yang lalu, dan upss ….. saya temukan artikel menarik tentang hubungan antara semut dan nematoda parasitnya, dan burung pemakan biji. Ringkasannya adalah sebagai berikut. Semut hutan, Cephalotes atratus yang hidup pada pohon Hyeronima alchorneoides di hutan-hutan Amerika Tengah-Selatan, mempunyai hubungan yang unik dengan nematoda parasit kelompok tetradonematid dan burung pemakan biji. Dalam hubungan ini, semut berperan sebagai inang nematoda, dan bersama dengan burung berperan sebagai pembawa atau penyebar nematoda ke koloni semut yang lain, atau ke individu lain di dalam koloninya sendiri. Bagaimana hal ini terjadi?

Pada mulanya, nematoda akan menginfeksi semut melalui jasa burung pemakan biji H. alchorneoides yang secara tidak sengaja memakan semut C. atratus yang terinfeksi nematoda. Bagaimana bisa? Ya, abdomen, atau disebut gaster semut yang terinfeksi nematoda akan berubah menjadi berwarna merah, mirip seperti buah H. alchorneoides (Gambar). Artinya, secara tidak sengaja burung memakan semut yang terinfeksi yang memang sedang berada di dekat buah-buah H. alchorneoides.

Selanjutnya, nematoda akan dipindahkan oleh burung melalui tinja yang dikeluarkan di dekat buah-buah H. alchorneoides yang juga dekat dengan koloni semut C. atratus. Tinja ini ternyata menjadi salah satu pakan semut, yang membawanya ke dalam koloni dan digunakan sebagai pakan larva. Nah, menurut pengamatan Yanoviak dan kawan-kawan, rupanya melalui larva inilah nematoda menemukan kesempatan untuk berkembang biak dan sekaligus menumpang untuk sekaligus dipindahkan oleh semut-semut tersebut. Pembedahan pada usus semut dewasa menunjukkan bahwa bintil-bintil penyaring pada bagian proventrikulus semut tidak memungkinkan larva nematoda masuk ke dalam abdomen semut yang menjadi habitat hidupnya. Jadi, kesempatan yang mungkin bagi nematoda untuk masuk ke dalam tubuh semut adalah melalui larva semut yang memang diberi pakan tinja burung yang mengandung telur dan larva nematoda.

Nematoda kemudian akan tumbuh dan berkembang di dalam larva semut. Nematoda yang sudah dewasa ke bagian gaster pupa semut, dan kawin pada waktu pupa menjadi semut pekerja muda. Semut-semut yang terparasit ini biasanya cenderung menjadi calon-calon pejantan dan lebih banyak hidup di dalam sarang. Sementara, warna merah pada gaster semut-semut yang terparasit tersebut berasal dari ratusan embrio nematoda yang sedang berkembang di dalam tubuh nematoda betina dan memicu produksi bahan-bahan eksoskeletal oleh semut yang beranjak dewasa. Uniknya, warna merah pada gaster semut ini juga akan berkembang menyerupai warna buah-buah H. alchorneoides. Dengan demikian, semut-semut ber-gaster merah ini sering menjadi santapan burung-burung pemakan serangga, dan siklus infeksipun berlanjut.

Regards,

nsputra@faperta.ugm.ac.id

Sumber:

Yanoviak, S.P., M. Kaspari, R. Dudley, & G. Poinar, Jr. 2008. Parasite-induced fruit mimicry in a tropical canopy ant. The American Naturalist 171: 536-544.

Semut C. atratus (kiri) dengan gaster merah yang mirip dengan buah di kanan

7 thoughts on “Hubungan segitiga semut pemakan tinja burung, nematoda parasit, dan burung pemakan biji

  1. Subhanalloh….. Langsung kalimat itu yang terucap di dalam hati. Sayangnya tidak ditunjukkan gambarnya, bagaimana warna abdomen semut yang tidak terinfeksi nematoda, apakah tidak berwarna merah?

  2. Menurut penulisnya, yang tidak terserang nematoda warnanya hitam (normal). Sayangnya sang penulis (peneliti)-nya tidak menyertakan gambarnya Bu. Benar Bu, luar biasa memang kehebatan Allah, seperti kata Kholis: selalu ada yang tak diduga (artinya, di luar ide manusia).

  3. Ass… Pak, wah infonya menarik sekali pak, dikepala saya ada banyak pertanyaan karena artikel ini.
    1. Ada manfat khususnya ngak pak nematoda itu dalam gaster si semut yang menguntungkan si semut? atau malah merugikan selain jadi makanan burung (karena salah lihat). apakah seperti bakteri baik pada pencernaan manusia? karena kan justru yang diinfeksi itu banyak hidup sebagai pejantan dalam sarang.
    2. bagaimana mulanya bisa sampai dimakan burung tuh nematoda pak sampai ada dikotoran burung dan jadi santapan larva semut, apa mungkin nematodanya menclok di kotoran dulu awalnya….?
    3. apa mungkin warna merah itu justru sangat menguntungkan si semut jantan karena jadi lebih menarik ya…
    Wah maaf pak ya komentarnya banyakan nanya
    Wassalam

    • wa’alaikum salam wr wb.

      mBak Ina, menurut si peneliti, nematoda tersebut menyebabkan 2 perubahan (perilaku dan fisiologi) pada si semut, dan mengarah pada hal-hal yang merugikan semut secara umum. Mungkin berbeda halnya dengan bakteri (berguna) pada manusia ya. Trus, nematoda tersebut bisa termakan burung, karena burung tersebut secara tak sengaja memangsa semut bergaster merah yang mengandung nematoda tersebut mengeluarkan tinja yang dijadikan pakan larva semut. Nah, nematoda ini akan berkembang seiring dengan perkembangan larva menjadi pupa, dan kemudian menjadi semut dewasa. Semut dewasa yang bergaster merah (mengandung nematoda) ini pada gilirannya akan dimakan oleh burung. Demikian seterusnya.

      wass wr wb

  4. sya mau nanya,,
    bukannya nemtoda tdk than thdp sinar matahari, kalo terkena sinar matahari, nemtodax akan mati..
    trus hubungan dg
    tinja burung yg kering,dikarenakan sinar matahari itu gmn? dan slh stu perilaku semut,mereka lebh suka mengurai tinja yg kering,,itu gmna pula hubungannya??

    • Terima kasih telah berkunjung.
      Menurut beberapa referensi, spesies nematoda adalah Myrmeconema neotropicum (famili Tetradonematidae), salah satu famili nematoda parasitik pada artropoda. Studi mendalam spesies ini masih sangat sedikit. Salah satu di antaranya oleh Jouvenaz et al (1988) pada spesies nematoda tersebut, yang menyerang semut Solenopsis sp. Oleh karena itu, informasi yang Anda tanyakan tersebut belum ada. Namun, nematoda, seperti halnya serangga mempunyai sistem pertahanan terhadap cekaman lingkungan yang buruk, misalnya dengan membentuk kiste. Apakah spesies nematoda ini juga demikian, masih belum ada pustaka yang saya temukan.
      Dalam kaitannya dengan tinja burung, nematoda ini menggunakan tinja burung sebagai penghubungnya dengan semut Cephalotes, karena spesies semut ini adalah pemakan tinja burung. Jadi ada hubungan yang -kemungkinan- sangat erat (cenderung dikatakan obligat, Yanoviak et al., 2008) antara burung pemakan biji tanaman Hyeronima alchorneoides, semut Cephalotes atratus, dan nematoda Myrmeconema. Burung memakan semut terinfeksi yang mirip buah (tepatnya memakan secara tidak sengaja), kemudian bertinja (mengandung nematoda), dan tinja ini dikonsumsi oleh si semut. Maka, nematodapun menginfeksi gaster semut. Dan sikluspun berulang.
      Demikian. Terima kasih.

      Pustaka tambahan:
      Jouvenaz, DP, DP Wojcik, MA Naves & CS Lofgren (1988). “Observations on a parasitic nematode (Tetraodnematidae) of fire ants
      Solenopsis (Formicidae), from Mato Grosso” (http:/ / www. ars. usda. gov/ sp2UserFiles/ Place/ 66151015/ publications/
      Jouvenaz_et_al-1988(M-1680). pdf). Pesq. Agropec. Bras 23 (5): 525–528.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s