Entomologi forensik: satu lagi manfaat serangga bagi kepentingan manusia!

Pengertian forensik adalah aplikasi metode-metode dan teknik keilmuan untuk menginvestigasi kejahatan (kriminal) (Concise Oxford English Dictionary, 2005). Entomologi forensik adalah pemanfaatan serangga untuk menginvestigasi sebuah kejahatan. Dalam hal ini, teknik yang digunakan adalah mengidentifikasi jenis-jenis serangga pemakan bangkai (disebut nekrofagus) yang muncul pada korban kejahatan (baca mayat). Kemampuan serangga sebagai perombak bahan organik, termasuk mayat manusia, dimanfaatkan di dalam bidang kedokteran forensik untuk mengetahui waktu kematian mayat (Postmortem Period Investigation, PMI) (Goff, 2003).

Menurut catatan sejarah, bangsa Cina sudah mulai mengembangkan teknik pemeriksaan mayat menggunakan serangga (blow fly, famili Calliphoridae, ordo Diptera) pada abad ke-12 (Benecke, 2001). Pada perkembangannya, kelompok-kelompok serangga nekrofagus yang banyak digunakan untuk mengidentifikasi umur mayat berasal dari ordo Diptera, Coleoptera, Hymenoptera (terutama semut), dan beberapa Lepidoptera (Jiron & Cartin, 1981). Serangga-serangga tersebut diklaim dapat menentukan waktu kematian mayat dengan sangat pas, bahkan melebihi teknik lain.

Penelitian Jiron dan Cartin (1981) pada bangkai anjing menjelaskan bahwa kelompok-kelompok serangga tertentu akan muncul pada tahap-tahap pembusukan bangkai. Pada tahap pertama, disebut discoloration stage (berlangsung selama kurang lebih 3-4 hari), muncul serangga semut (Camponotus sp.), lalat muscoid, lalat sarcophagid, lalat drosophilid, dan banyak lalat calliphorid (Phaenicia eximia). Pada tahap berikut, disebut emphysematic stage (berlangsung mulai hari keempat sampai ke-8). Pada tahap ini muncul serangga P. eximia dalam jumlah besar, kumbang histerid, Euspilotus aenicollis, beberapa kumbang scarabid, dan beberapa lalat muscoid. Tahap berikut disebut liquefaction yang berlangsung pada hari ke-8 sampai ke-28. Pada tahap ini serangga yang datang paling melimpah adalah dua spesies lalat calliphorid, yaitu P. eximia dan Hemilucilia segmentaria, lalat piophilid, kumbang staphylinid, histerid, Dermaptera, tawon ichneumonid, lipas, lebah (genus Trigona) dan dua famili ngengat (pyralid dan noctuid). Tahap yang terakhir adalah mummified, yang didominasi oleh kumbang dermestid.

Meskipun demikian, teknik ini juga mempunyai kelemahan yang cukup mendasar, yaitu sangat tergantung dari keadaan cuaca, misalnya suhu, kelembaban, dan curah hujan, atau oleh perlakuan manusia, yang secara langsung akan menentukan proses dekomposisi yang menjadi dasar kehadiran serangga-serangga tersebut (Goff, 2003).

Regards,

nsputra@faperta.ugm.ac.id

Referensi

Benecke, M., 2001. A brief history of forensic entomology. Forensic Science International 120: 2-14.

Goff, L., 2003. Forensic Entomology. Dalam: V.H. Resh & R.T. Carde (editor), Encyclopedia of Insects, Academic Press, Amsterdam, halaman 919 – 926.

Jiron, L.F., & V.M. Cartin. 1981. Insect succession in the decomposition of a mammal in Costa Rica. Journal of the New York Entomological Society 89: 158-165.

Lalat pemakan bangkai, Sarcophaga africa

15 thoughts on “Entomologi forensik: satu lagi manfaat serangga bagi kepentingan manusia!

  1. Informasi masih ini sangat bagus terutama memberikan info tentang pemanfaatan serangga diluar lingkup pertanian bahkan sampai ke masalah kriminal. Hanya saja informasi tersebut masih sangat dangkal. Hal-hal yang perlu diperdalam walaupun singkat adalah (1) Apakah ada informasi terkini tentang hasil riset untuk memaksimalkan peran serangga dalam forensik termasuk mengeliminir kelemahan-kelemahan yang ada, (2)seberapa besar potensi ini mempunyai peluang untuk diterapkan karena teknologi yang diharapkan adalah cepat dan akurat, (3) perlu diberi contoh terakhir/contoh kasus membuka tabir saat kematian mayat manusia menggunakan identifikasi serangga yang muncul yang pernah diterapkan.Good luck!

  2. Ternyata ruang gerak para entomolog tidak terbatas hanya pada bidang budidaya pertanian saja, tetapi juga pada bidang kedokteran forensik.Jadi, entomologi perlu juga dimasukkan ke dalam kurikulum fakultas kedokteran ya…

  3. Fakultas Kedokteran UGM memang mempunyai entomolog juga Bu, terutama di bidang penyakit-penyakit urban yang disebabkan oleh Household Pests, seperti kecoa, nyamuk, dan sejenisnya. Namun untuk forensik, belum tahu. Atau malah dibalik Bu, entomolog ramai-ramai mendirikan program studi forensik di luar fakultas kedokteran. Wah, seru Bu…

  4. saya baru sahaja menghadapi peperiksaan STPM td…. dalam soalan pengajian am2 tersebut menyatakan kepentingan serangga terhadap manusia…. apabila saya membaca catatan dalam web ini… adalh dapat di simpulkan bahawa lalat dan kumbang adalah serangga pengurai…

    • Benar, beberapa spesies lalat dan kumbang adalah serangga pengurai. Dung beetle adalah satu spesies kumbang pengurai yang terkenal. Terima kasih sudah berkunjung.

  5. Kebetulan saya juga lagi bikin artikel & lagi nyari-nyari bahan seputar entomologi forensik ini. Btw, kayaknya di Indonesia bidang ilmu ini masih relatif terbatas ya? Padahal perannya juga ga bisa diremehkan, terutama untuk menangani kasus2 pembunuhan yg terjadi di area terbuka

    • Saya belum tahu persis perkembangan entomologi forensik di Indonesia. Atau malah mungkin pihak Kepolisian yang mengembangkannya. Jika dilihat dari tulisan-tulisan para ahli entomologi, entomologi forensik seharusnya berpotensi dikembangkan menjadi salah satu tool penyelidikan kepolisian-kedokteran yang sangat handal. Mudah-mudahan sudah dikembangkan ya.

      Terima kasih sudah berkunjung. Saya sudah kunjungi blog Anda….wah menarik sekali. Boleh ya saya link? Terima kasih and keep writing….

  6. please… si jawab ya…
    kan kalo gx salah pada fase ketiga panjang belatung pada mayat kira-kira 14-16.. itu benar gx? pada saat ukuran segitu berapa hari ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s