Migrasi jarak jauh: strategi bertahan hidup ala serangga

Migrasi diartikan sebagai perpindahan, yang pada binatang dapat diperluas artinya menjadi, perpindahan dari satu habitat ke habitat yang lain yang lebih baik (cocok). Fenomena perpindahan ini umum terjadi pada binatang, termasuk serangga. Perilaku ini terutama dipicu oleh kondisi lingkungan abiotik yang tidak mendukung, misalnya karena terjadi perubahan suhu dan kelembaban yang drastis akibat perubahan musim. Perubahan-perubahan tersebut berdampak pula terhadap ketersediaan pakan bagi si serangga, sehingga alasan lain perpindahan secara massal ini juga dalam rangka untuk mendapatkan lokasi yang menyediakan pakan, dan biasanya sekaligus sebagai tempat berbiak yang lebih memadai.

Migrasi dilakukan oleh banyak spesies serangga, meskipun hanya beberapa serangga yang tercatat melakukan migrasi yang dikategorikan fenomenal, contohnya migrasi musiman Kupu-kupu Raja (Monarch Butterfly), Danaus plexippus (Lepidoptera: Danaidae). Pada musim dingin mereka berpindah dari daerah asal di Amerika Utara (termasuk Kanada) ke bagian selatan yang lebih hangat, misalnya di wilayah selatan-tengah Meksiko (Garland & Davis, 2002), atau Kuba (Dockx et al., 2004). Setelah musim semi tiba, mereka akan bergerak pulang ke daerah asalnya di bagian utara Amerika. Jarak yang mampu mereka tempuh tercatat sampai 4000 km! Namun, migrasi serangga ini masih menarik banyak peneliti untuk meneliti mekanisme dan pola-pola migrasi yang mereka lakukan. Penelitian Herman dan Tatar (2001) menjelaskan bahwa peranan hormon pemudaan (juvenile hormon) sangat penting dalam menentukan perilaku migrasi Kupu-kupu Raja. Serangga-serangga lain yang tercatat melakukan migrasi jarak jauh adalah kutu afid (Dixon et al, 1993), semut (Folgarait et al., 2008), dan wereng (Otuka et al., 2005).

Sebagai kesimpulan, migrasi merupakan salah satu strategi bertahan pada serangga terhadap goncangan lingkungan. Namun, di sisi lain, beberapa pengamatan, misalnya oleh Sparks et al. (2007) tentang peningkatan migrasi serangga, misalnya kupu-kupu dan ngengat di Eropa, memunculkan kekuatiran bahwa perubahan frekuensi dan pola migrasi serangga juga menunjukkan terjadinya perubahan lingkungan yang berujung pada ketidakstabilan lingkungan, seperti yang juga dikuatirkan oleh Brower dan Malcolm (1991), yaitu bahwa perubahan pola migrasi pada dasarnya dapat dimaknai sebagai perubahan lingkungan hidup yang kemungkinan berakibat pada kepunahan spesies-spesies binatang, termasuk serangga.

Regards, nsputra@faperta.ugm.ac.id

Referensi

Brower, L.P., & S.B. Malcolm. 1991. Animal migrations: Endangered phenomena. American Zoologist 31: 265-276.

Dixon, A.F.G., S. Horth, & P. Kindlmann. 1993. Migration in insects: Cost and strategies. The Journal of Animal Ecology 62: 182-190.

Dockx, C., L.P. Brower, L.I. Wassenaar, & K.A. Hobson. 2004. Do North American monarch butterflies travel to Cuba? Stable isotope and chemical tracer techniques. Ecological Application 14: 1106-1114.

Folgarait, P.J., R.J.W. Patrock, G. Albioni-Montenegro, L. Saldua, & L.E. Gilbert. 2008. Solenopsis invicta: Evidence for recent internal immigration across provinces in Argentina. Florida Entomologist 91: 131-132.

Garland, M.S., & A.K. Davis. 2002. An examination of monarch butterfly (Danaus plexippus) autumn migration in coastal Virginia. American Midland Naturalist 147: 170-174.

Otuka, A., T. Watanabe, Y. Suzuki, M. Matsumura, A. Furuno, & M. Chino. 2005. A migration analysis of the rice planthopper Nilaparvata lugens from the Philippines to Eat Asia with three-dimensional computer simulations. Population Ecology 47: 143-150.

Sparks, T.H., R.L.H. Dennis, P.J. Croxton, & M. Cade. 2007. Increased migration of Lepidoptera linked to climate changes. European Journal of Entomology 104: 139-143.

Kupu-kupu Raja, Danaus plexippus

2 thoughts on “Migrasi jarak jauh: strategi bertahan hidup ala serangga

  1. Pak Tyo, kalau semut bersama koloninya “pindahan” itu namanya migrasi juga? atau ada istilah yang lain?
    Arigatou……(^_^)

  2. Definisi migrasi adalah perpindahan, tanpa ada tambahan keterangan lain, misalnya jarak yang ditempuh dan sebagainya. Jadi dalam hal perpindahan koloni semutpun dapat dianggap sebagai migrasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s