Cactoblastis cactorum: Musuh alami atau hama?

Cactoblastis cactorum (Lepidoptera: Pyralidae) adalah salah satu spesies ngengat yang mulai terkenal ketika digunakan untuk mengendalikan gulma kaktus Opuntia (Prickly Pear Cactus) di Australia pada tahun 1920-1925 (DeBach, 1974). Spesies ini diduga berasal dari Amerika Selatan dan hidup pada kaktus Opuntia.

Namun, beberapa kajian ternyata membuktikan hal sebaliknya, yaitu bahwa ngengat ini dianggap merugikan. Semenjak pemasukan secara tidak sengaja ke wilayah Florida dan Meksiko, ngengat ini segera dianggap merugikan. Di Meksiko, kaktus Opuntia dimanfaatkan sebagai inang kutu Dactylopius coccus yang menghasilkan bahan pencelup (dye), di samping sebagai pakan ternak dan bahan pangan komersial (Vigueras & Portillo, 2001). Sementara itu, keberadaan Opuntia di gurun Sonoran dan Chihuahuan sangat penting sebagai penstabil ekosistem karena peranannya sebagai sumber pakan binatang-binatang yang hidup di gurun semacam tikus gurun, coyote, dan kijang (Soberon et al., 2001). Oleh karena itu, pemangsaan oleh C. cactorum pada kaktus Opuntia dengan sendirinya akan menimbulkan rentetan dampak ekonomi dan ekologi yang sangat serius, mengingat bahwa ngengat tersebut ternyata juga mampu merusak banyak spesies Opuntia (Vigueras & Portillo, 2001; Zimmermann et al., 2001).

Dengan demikian, jelaslah bahwa meskipun di satu sisi menguntungkan, pemanfaatan serangga herbivora sebagai musuh alami gulma harus diiringi dengan kajian intensif untuk meminimalkan potensi kerugian akibat perubahan statusnya menjadi “hama”. Bukti-bukti sejenis ternyata cukup banyak terjadi di alam. Contoh terbaru adalah pada lalat Argentina, Procecidochares connexa (Diptera: Tephritidae) yang dikenal sebagai musuh alami gulma siam, Chromolaena odorata. Secara sepintas, larva yang makan di bagian dalam batang gulma dianggap “mematikan” pertumbuhan gulma. Namun, pengamatan yang penulis lakukan menunjukkan adanya potensi lain, yaitu menimbulkan pertumbuhan yang lebih cepat pada pucuk batang yang terserang. Jika hal ini benar (tentu saja melalui pengamatan dan penelitian yang lebih terarah dan hati-hati), maka keberadaan larva lalat gall bukan lagi merugikan gulma siam, namun sebaliknya justru “menguntungkan”. Nah!

Regards,

nsputra@faperta.ugm.ac.id

Referensi

DeBach, P., 1974. Biological control by natural enemies. Cambridge University Press.

Soberon, J., J. Gobulov, & J. Sarukhan. 2001. The importance of Opuntia in Mexico and routes of invasion and impact of Cactoblastis cactorum (Lepidoptera: Pyralidae). Florida Entomologist 84: 486-492.

Vigueras, A.L., & L. Portillo. 2001. Uses of Opuntia species and the potential impact of Cactoblastis cactorum (Lepidoptera: Pyralidae) in Mexico. Florida Entomologist 84: 493-498.

Zimmermann, H.G., V.C. Moran, & J.H. Hoffmann. 2001. The renowned Cactus Moth, Cactoblastis cactorum (Lepidoptera: Pyralidae): Its natural history and threat to native Opuntia floras in Mexico and the United States of America. Florida Entomologist 84: 543-551.

Sumber gambar: http://www.en.wikipedia.org

Larva Cactoblastis cactorum

 

Ngengat betina Cactoblastis cactorum

7 thoughts on “Cactoblastis cactorum: Musuh alami atau hama?

  1. Istilah “hama” atau “musuh alami” sangat ditentukan oleh kepentingan manusia semata. Kalau manusia menghendaki komoditas dari tanaman yang dimakan oleh serangga herbivora itu, maka istilah “hama” akan muncul. Sebaliknya, jika manusia tidak menghendaki tanaman itu sebagai komoditas, bahkan berusaha menyingkirkannya, maka yang muncul adalah istilah “musuh alami”. Kasus gulma air, enceng gondok, mungkin dapat disamakan dengan kasus kaktus Opuntia. Suatu saat , jika enceng gondok (Eichornia crassipes) benar-benar telah menjadi komoditas (misalnya bahan baku beraneka ragam kerajinan untuk ekspor) yang banyak dibutuhkan manusia, maka tidak ada lagi istilah serangga musuh alami. Justru, serangga yang tadinya dianggap musuh alami tersebut akan dianggap sebagai hama yang membahayakan ketersediaan enceng gondok.
    Demikian, wallohualam.

  2. Menurut saya, istilah hama atau musuh alami sangat ditentukan oleh kepentingan manusia. Jika manusia membutuhkan tanaman itu sebagai komoditas (barang ekonomi), maka serangga itu dianggap sebagai hama. Sebaliknya, jika manusia tidak menghendaki tanaman itu, maka istilah yang diberikan untuk serangga herbivora itu adalah musuh alami.

    • Benar sekali. Itulah sebabnya, pemberian label “menguntungkan” atau “merugikan” pada organisme harus disertai dengan fakta-fakta yang teruji. Peran semutpun masih menjadi kontroversi: merugikan atau menguntungkan.

  3. Kalau begitu selain diperlukan pengujian agar diperoleh fakta-fakta yang teruji, juga diperlukan adanya sikap bijak dalam memanfaatkan keberadaan serangga, agar baik serangga, manusia dan tumbuhan sama-sama untung….
    (^_^)

  4. ternyata dalam pengamatan kami P.connexa dapat menghambat pertumbuhan C.odorata hal ini dilihat dari jumlah puru (gall) yang terdapat pada tiap batang C.odorata yang menghambat tinggi tanaman, jumlah bunga dan biji, memanjangnya c.odorata dikarenakan tanaman ini hidup pada tempat yang teduh sehingga tanaman beradaptasi dalam perolehan sinar matahari, dan puru yang menyerang tanaman ini disaat C.odorata telah tumbuh dewasa, lain halnya apabila C.odorata yang baru tumbuh telah terseran puru P.connexa maka pertumbuhannya tidak akan tumbuh tinggi

    • Terima kasih sudah berkunjung. Ya, itulah yang kita sebut sebagai kompleksitas kehidupan organisme. Pengamatan yang saya lakukan menemukan hal-hal yang seperti saya tulis. Apakah ada sebuah mekanisme yang melatarbelakangi hal tersebut, saya masih belum yakin (perlu pengamatan yang lebih detil). Namun, di dalam dunia organisme memang berlaku hukum serang dan bertahan: artinya, masing-masing organisme akan beradaptasi terhadap segala sesuatu yang mengubah, merugikan, atau mengganggu kehidupannya. Nah, kemungkinan pada kasus gulma siam di atas, serangan P. connexa menyebabkan gulma siam beradaptasi, sehingga justru menumbuhkan lebih banyak bunga. Wallahu’alam.

  5. Ping-balik: Pengantar kuliah Identifikasi Hama Tanaman « Dongeng tentang SERANGGA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s