Kleptoparasitisme: Seranggapun dapat menjadi pencuri!

Kleptoparasit berasal dari suku kata Yunani “kleptes” yang berarti pencuri, dan “parasit” yang berarti mengambil keuntungan dari (organisme) yang lain. Maka, kleptoparasitisme pada makhluk hidup dapat diartikan secara bebas sebagai kegiatan memakan bahan tertentu oleh suatu jenis organisme yang diperoleh dengan cara mengambil, atau mencuri, atau merampok dari organisme yang lain. Sisa-sisa pakan maupun pakan utuh milik sang tuan rumah akan menjadi pakan bagi si pencuri ini. Pada tingkatan yang paling kuat, proses mendapatkan pakan ini dilakukan dengan perebutan secara paksa, misalnya yang dilakukan oleh segerombolan hyena pada harimau atau singa. Pada beberapa kasus, perampokan ini lebih sering berhasil!

Secara umum, perilaku kleptoparasit ini menguntungkan sang pencuri, karena dapat menghemat energi yang bakal dikeluarkan jika harus mengejar mangsa, dan juga menurunkan resiko terpredasi oleh musuh alaminya, karena mempunyai “pelindung”, yaitu organisme yang ditumpanginya. Pada kasus perampokan oleh hyena, energi terbesar dikeluarkan oleh harimau atau singa yang harus mengejar dan membunuh calon mangsanya, sedangkan hyena hanya mengandalkan ilmu keroyokan untuk mengusir harimau atau singa demi mendapatkan makanan gratis. Perilaku unik ini dapat ditemukan pada banyak jenis binatang, misalnya bangsa burung (camar, elang, burung nasar, dan sebagainya), mamalia (hyena, jakal, bahkan beberapa ikan paus juga teramati melakukan perilaku ini), dan artropoda (termasuk serangga dan laba-laba).

Fenomena kleptoparasitisme merupakan bahan kajian yang menarik ahli-ahli entomologi (ilmu serangga). Salah satu kelompok serangga yang terkenal dengan perilaku kleptoparasitnya adalah lalat (ordo Diptera). Tinjauan yang ditulis oleh Sivinski et al (1999) tentang lalat pencuri membuktikan bahwa mekanisme “pencurian” ini kompleks, dan sering dibarengi dengan perilaku phoresy* dari si pencuri yang memungkinkan berpindah tempat secara grastis. Dengan demikian, penghematan energi oleh si pencuri menjadi sangat nyata. Pada kasus lain, hubungan antara undur-undur Myrmeleon spp (Neuroptera: Myrmeleontidae) dan semut Conomyrma sp (Hymenoptera: Formicidae) dapat berlangsung sebagai hubungan antara pemangsa – mangsa, atau tuan rumah-pencuri. Pada pengamatan yang dilakukan oleh Lucas (1986), semut Conomyrma sebenarnya merupakan pakan ideal bagi sang undur-undur. Namun, hebatnya, dalam kondisi berbahaya seperti ini, semut terbukti masih mampu mencuri pakan sang undur-undur, dan sekaligus melepaskan diri dari pemangsaan oleh undur-undur. Sebuah hubungan yang unik bukan!

Referensi

Jennings, D.T., & N.J. Sferra. 2002. An arthropod predator-prey-kleptoparasite association. Northeastern Naturalist 9: 325-330.

Lucas, J.R., 1986. Antlion pit construction and kleptoparasitic prey. Florida Entomologist 69: 702-710.

Sivinski, J., S. Marshall, & E. Petersson. 1999. Kleptoparasitism and phoresy in the Diptera. Florida Entomologist 82: 179-197.

Catatan: * Phoresy = hubungan antara dua organisme, dengan satu organisme menumpang pada tubuh organisme yang lain tanpa menjadi parasit.

4 thoughts on “Kleptoparasitisme: Seranggapun dapat menjadi pencuri!

  1. hmm perilaku kleptoparasitisme pada semut merupakan bantuan pada semut yang terjebak dan merupakan hub social antar semut, pada kasus hyena biasanya tindakan pencurian ini dilakukan hyena bila perbandingan lawan (singa, cheetah, macan tutul) dengan hyena 1 banding >5 (discovery chanel) karena singa merupakan hewan yang bekerja kelompok, kasus pencurian ini lebih berhasil terhadap cheetah yang sedang membawa mangsanya ke atas pohon (masih di savanna) karena cheetah tahu hyena tidak bisa memanjat

    • @ arwan: benar sekali. Di dalam dunia binatangpun, tindakan trade-off juga terjadi, yaitu menimbang untung rugi melakukan sesuatu hal. Jika merugikan, maka tidak dikerjakan, sedangkan jika menguntungkan, dikerjakan.

  2. Pak, ternyata tidak hanya di dunia binatang yang ada organisme kleptoparasitik, tapi di dunia tumbuhan juga ada, yaitu tali putri dan benalu, tapi istilahnya kleptoparasitik juga atau tidak ya pak?

  3. Saya kurang tahu untuk kasus hubungan tali putri atau benalu dan inangnya. Istilah kleptoparasit mengacu pada dua kata, klepto yang artinya mencuri atau mengambil, dan parasit yang mengandung pengertian merugikan. Jadi pada hubungan antara tali putri dengan inangnya, tali putri memang merugikan inangnya, namun apakah dapat dikatakan mencuri, mungkin tidak. Jadi hubungan tersebut murni disebut sebagai sebagai hubungan parasitik. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s