Alhamdulillah, akhirnya Edisi Mei 2011 rampung juga!

Tak ada kata yang terucap, kecuali syukur: Alhamdulillah! Majalah SERANGGA edisi Mei 2011 akhirnya berhasil terbit, meskipun harus melalui proses yang ber-“keringat-keringat”. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan yang tentunya sudah bersabar menunggu terbitnya majalah ini, terutama kepada para kontributor. Mudah-mudahan terbitnya edisi Mei 2011 ini akan segera disusul dengan terbitnya edisi Juli dan November 2011, Insya Allah.

Tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada para kontributor (tulisan maupun foto) yang sudah dengan sukarela mengirimkan ke redaksi. Semoga amal jariah para kontributor akan selalu mengalir. Amin. Dan kami selalu setia menunggu kiriman tulisan maupun gambar untuk meramaikan halaman-halaman majalah SERANGGA pada edisi-edisi mendatang. Ditunggu ya…

Oya, majalah SERANGGA muncul dengan desain sampul dan isi yang berbeda dengan tiga edisi sebelumnya: lebih segar dan ceria! Semoga perubahan ini menambah semangat kami untuk bekerja lebih rajin dan cerdas untuk menghasilkan edisi-edisi yang lebih bermanfaat, dan yang paling penting, para pembaca menjadi lebih nyaman dalam menyimak artikel demi artikel pada majalah ini.

Selamat menikmati.

Salam,

Nugroho S. Putra

 

Kecoa: Binatang menjijikkan yang sebenarnya bermanfaat

Periplaneta americana (Sumber: http://www.dirtdoctor.com)

Kecoa mungkin menjadi salah satu serangga yang paling banyak berhubungan dengan manusia. Anda tentunya amat sering bertemu dengan binatang ini di rumah bukan? Hati-hati lho, jika kecoa suka keluyuran di dalam rumah, karena itu pertanda bahwa rumah Anda kotor. Oya? Ya, kecoa adalah serangga perombak bahan organik, dan amat menyukai bahan-bahan yang berbau tajam (mungkin juga busuk atau sedang mengalami proses pembusukan).

Ciri kecoa amat khas: bertubuh pipih, kepala “nyungsep” di bawah pronotumnya yang melebar, berwarna coklat, antenanya panjang, dan kakinya ditumbuhi duri-duri. Pernah dihinggapi kecoa? Bagaimana rasanya? Dijamin, Anda pasti bergidik….jijik sekaligus geli.

Jumlah spesies kecoa cukup beragam: hingga kini tercatat lebih dari 4.500 spesies kecoa telah diidentifikasi. Kecoa yang digolongkan ke dalam ordo Blattaria ini dapat dibagi menjadi lima famili, yaitu Cryptocercidae, Blattidae, Blatellidae, Blaberidae, dan Polyphagidae.

Kecoa adalah serangga yang bermetamorfosis secara sederhana, yaitu akan melewati tahap hidup telur, nimfa (kecoa muda yang mirip dengan induknya, kecuali sayapnya belum berkembang), kemudian menjadi kecoa dewasa. Kecoa betina membawa sekumpulan telur di dalam sebuah kantung telur (ootheca) yang digendongnya di ujung abdomennya. Kemampuan reproduksi kecoa cukup tinggi. Spesies Periplaneta americana misalnya, sanggup bertelur sebanyak kurang lebih 700 butir per tahun.

Seperti lazimnya organisme pemakan bahan organik, kecoa membutuhkan organisme simbion berupa bakteroid yang hidup nyaman di mycetocytes di dalam jaringan lemak tubuh, dan mereka terikat saling menguntungkan (simbiosis mutualistik). Bakteroid ini memperoleh perlindungan di dalam tubuh kecoa, sedangkan bakteroid menyediakan vitamin yang dibutuhkan oleh kecoa. Contoh endosimbion kecoa adalah Blattabacterium yang menghuni Badan Lemak kecoa genusCryptocercus.

Bagi manusia, kecoa adalah serangga yang berbahaya. Beberapa spesies kecoa diketahui menularkan penyakit pada manusia. Misalnya, kecoa Jerman (Blatella germanica) dan kecoa Asia (B. asahinai) dapat menularkan patogen Toxoplasma gondiiyang dapat menular melalui hewan ternak/ peliharaan. Di samping itu, kecoa juga membawa Salmonella dan E.coli yang menjadi pencemar makanan yang menyebabkan keracunan makanan dan diare.

Pengendalian kecoa gampang-gampang susah, karena beberapa penelitian telah menunjukkan gejala perkembangan resistensi pada beberapa spesies setelah disemprot dengan pestisida. Artinya, kemampuan adaptasinya terhadap tekanan lingkungan cukup baik. Salah satu strategi termudah adalah menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan juga kering, karena kelembaban udara juga menjadi pemikat kecoa untuk singgah. Daun salam, potongan jeruk lemon atau mentimun, dan lumatan bawang putih diketahui mampu mengusir kecoa. Silakan dicoba, meskipun…..berhasil atau tidak, silakan ditanggung sendiri yah…..

Tetapi, bagaimanapun juga, beberapa spesies kecoa mempunyai beberapa fungsi yang secara ekologis menguntungkan. P. americana adalah perombak bahan organik. Kita bisa membayangkan jika kotoran manusia, sisa-sisa nasi dan sayur, kayu-kayu busuk, dan semacamnya tidak segera dihancurkan, lantas apakah bumi kita sanggup menampun “sampah” yang sedemikian banyak itu? Nah, sekarang, kita melihat mereka dari sisi mana?

Regard,

Nugroho Susetya Putra

(Tulisan ini adalah ringkasan dari artikel yang terbit di Majalah SERANGGA volume 1 nomor 1 Tahun 1, November 2010)

Trophallaxis

Kata trophallaxis berasal dari dua kata, yaitu tropho- yang berarti makanan, dan -allaxis yang berarti pertukaran. Di dalam dunia binatang, kata ini digunakan untuk menyebutkan sebuah aktivitas pertukaran makanan dari mulut-ke-mulut (stomodeal transfer) maupun dari anus-ke-mulut (proctodeal transfer) yang dilakukan oleh beberapa kelompok serangga, yaitu semut, rayap, tawon dan lebah. Aktivitas ini memungkinkan individu serangga bertukar informasi (misal pada semut pekerja; dianggap sebagai komunikasi kimiawi), atau menurut August Forel (entomolog Swiss), berguna untuk menjaga hubungan antar individu dalam sebuah koloni serangga dan menjaga kelancaran arus informasi. Pada rayap, aktivitas trophallaxis ini berfungsi untuk menularkan mikrobia simbion dari generasi ke generasi berikutnya. Pada beberapa spesies semut, misalnya Camponotus pennsylvanius, trophallaxis terjadi antara semut minor (pekerja) yang menyuapkan pakan kepada semut major (prajurit) yang memiliki mandibula besar, sehingga sulit untuk mendapatkan pakan sendiri.

(Entomopedia pada Maj. SERANGGA edisi Januari 2011)

Regard,

Nugroho S. Putra

Dua ekor semut spesies Formica obscuripes sedang melakukan aktivitas trophallaxis (Sumber: ScienceBlogs)

Langganan Corporate untuk institusi, perusahaan, dan lembaga

Majalah SERANGGA juga tersedia untuk dilanggan oleh institusi, perusahaan atau lembaga. Adapun skema harga langganan (khusus) untuk tahun perdana adalah:

Rp. 320.000Rp. 332.000 (luar Jawa) untuk enam edisi (November 2010, Januari, April, Mei, Juli, dan September 2011) masing-masing 2 eksemplar, tanpa tambahan ongkos kirim ke semua lokasi di Indonesia.

Ayo dapatkan harga khusus ini sebelum kehabisan!

Silakan unduh formulir berlangganan corporate di sini. Calon pelanggan individu dapat mengunduh formulir di sini.

Majalah Serangga online di FaceBook

Dear pembaca budiman,

Untuk mengoptimalkan arus informasi dari kami, atau sebaliknya dari para pembaca, maka kami membuka “Halaman” berjudul “Majalah Serangga” di-account Facebook Nugroho Susetya Putra. Silakan ditilik. Silakan pula memberikan komentar, kritik, saran, pertanyaan, atau sekedar say hello. Perhatian dari para pembaca sungguh merupakan tambahan semangat yang luar biasa bagi kami untuk meneruskan langkah membesarkan Majalah Serangga yang semoga dapat mempromosikan Ilmu Serangga (Entomologi) dengan baik.

Semoga bermanfaat.

Regard,

Redaksi Majalah Serangga

Edisi April 2011 terbit!

Pembaca budiman,

Tiada hal kecuali syukur yang kami ucapkan, akhirnya edisi Maret yang kemudian kami undurkan menjadi edisi April, berhasil terbit di tengah kesempitan waktu, tenaga, dan pikiran. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan yang amat sangat ini, terutama kepada pelanggan yang sudah dengan komitmennya yang tinggi bersedia melanggan, dan juga kontributor yang sudah mengirimkan tulisan maupun foto-foto yang indah. Tak banyak yang bisa kami lakukan untuk membalas perhatian, dukungan, dan terutama doa dari para pemerhati majalah ini, kecuali doa kami agar Tuhan Yang Maha Berilmu membalas semua bentuk bantuan dari para pemerhati.

Semoga, majalah yang kami rintis dan masih butuh bimbingan dan dukungan ini dapat berkembang menjadi media komunikasi ilmiah (populer) yang dapat mencerahkan kita semua, terutama dalam bidang ilmu serangga. Tak surut kami pinta dukungan berupa kritik, saran, kiriman tulisan atau gambar (foto), dan kesediaan untuk membaca majalah ini dengan membeli atau melanggannya. Perlu pula kami sampaikan, bahwa mulai edisi ini, kami sudah mencantumkan nomor ISSN, yang berarti bahwa majalah ini sudah diakui oleh lembaga yang berwenang (dalam hal ini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), sehingga bagi pembaca yang ingin menggunakan karya-karyanya untuk keperluan administrasi, maka dapat memanfaatkan majalah ini. Detil isi majalah edisi April 2011 dapat dilihat di tab Majalah SERANGGA online pada blog ini.

Perbaikan akan terus pula kami lakukan demi kenyamanan pembaca untuk mendapatkan informasi dari kami. Insya Allah mulai edisi 4 mendatang, kami akan memperbaiki penampilan majalah secara keseluruhan, dan beberapa perbaikan dalam isi. Semoga lebih menghibur dan mencerahkan.

Mari berbagi dan mencerahkan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Nugroho S. Putra

Cover edisi April 2011

Majalah SERANGGA edisi Januari 2011 terbit!

Dear entomologiwan Indonesia,

Majalah SERANGGA edisi Januari 2011 terbit dengan isi yang lebih menarik. Tema edisi kali ini adalah “Hubungan khas antara serangga dengan tumbuhan” yang kami kemas di dalam beberapa rubrik. Pada edisi ini kami menambahkan rubrik Dialog sebagai sarana penghubung antara kami dengan para pembaca, dan rubrik kuis bagi pembaca junior, termasuk adik-adik tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, suatu upaya kami untuk mendekatkan diri dengan sebanyak mungkin kelompok publik pembaca dalam rangka memasyarakatkan ilmu serangga (entomologi). Tak lupa pula, kami sangat mengapresiasi karya-karya foto, puisi atau cerita mini (rubrik Pengalaman Anda) dari pembaca. Silakan kirimkan ke kami karya-karya Anda!

Penasaran? Silakan unduh cuplikannya di sini.

Untuk informasi berlangganan atau cara mendapatkan, silakan hubungi:
Redaksi Majalah SERANGGA
Jl. Kaliurang km 6,7 Gg. Sulawesi G-29, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55284
Tilpon/HP: 085228870594; E-mail:majalahserangga@gmail.com; Facebook: Nugroho Susetya Putra (sementara)